Ini Dia Pro Kontra Pemblokiran Situs Video Sharing Vimeo

ChannelBerita.com – Vimeo, sebuah situs video sharing yang telah memiliki ribuan member dengan juga mungkin lebih dari ribuan konten video, kini tinggal menghitung waktu. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi telah mengirimkan surat perintah untuk memblokir situs tersebut kepada seluruh Internet Service Provider (ISP) yang beroperasi di Indonesia.

Saat ini Telkom sebagai salah satu provider tersebut telah melakukan pemblokiran terhadap situs tersebut. Jangan heran bagi anda pengguna ISP telkom maka jika anda akan berniat untuk membuka situs vimeo.com, kini anda tidak lagi bisa melakukannya.

Pemblokiran ini diusulkan oleh pihak Trust+ Kementerian Komunikasi dan Informasi menyusul banyaknya keluhan dan aduan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa situs vimeo berisi begitu banyak konten video yang mengandung nilai pornografi. Dalam menindaklanjuti aduan tersebut maka pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai pihak yang berwenang untuk menjalankan UU No. 44/2008 tentang Pornografi memerintahkan untuk dilakukan pemblokiran terhadap setiap situs yang mengandung konten tersebut.

Namun aksi pemblokiran ini ternyata telah mengundang pro kontra dari masyarakat. Bagi para orang tua yang memiliki anak dan mengharapkan terlindunginya anak mereka dari kejahatan para penyedia konten yang tidak sesuai untuk dikonsumsi anak-anak mereka tentu tindakan ini menjadi sebuah kabar gembira. Namun ternyata lain halnya dengan beberapa pihak yang justru menyayangkan tindakan pemerintah ini.

Salah satu pihak yang menyayangkan tindakan pemblokiran tersebut adalah Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sendiri, Sammy Pangerapan. Aksi kontra dari pihak-pihak yang menyayangkan tidakan pemblokiran diperlihatkan dari mulai menyangsikan tahapan proses pengaduan sampai kepada dijatuhkannya keputusan pemblokiran yang kini berjalan di Kementerian Komunikasi dan Informasi yang dinilai tidak transparan, aturan yang tidak jelas, hingga kepada keanehan pemblokiran yang tidak dilakukan kepada situs sejenis seperti YouTube.

Padahal di lain kesempatan Kementerian Komunikasi dan Informasi telah menerangkan bahwa tahapan pemblokiran telah melalui berbagai tahapan. Dari mulai masyarakat yang bisa melakukan dengan mengirimkan email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id untuk mengadukan konten-konten yang dinilai melanggar karena berhubungan dengan pornografi, SARA, maupun terorisme. Untuk selanjutnya Kominfo melalui jaringan Trust+ akan menyaring konten-konten tersebut dalam sebuah database yang selalu diperbaharui setiap waktu sebelum akhirnya menyarankan untuk dilakukan pemblokiran atau tidak.

Mengenai tidak dilakukannya pemblokiran terhadap situs YouTube, Kominfo kembali menyampaikan bahwa pihak Google sebagai pemilik YouTube lebih kooperatif ketika beberapa tempo dulu pun Kominfo menyampaikan keberatannya terhadap beberapa konten di situs tersebut, hingga akhirnya Google melakukan pembatasan terhadap konten-konten tersebut. Dan sikap kooperatif ini tidak diperlihatkan oleh pihak Vimeo ketika pemerintah melalui Kominfo juga melakukan hal yang sama dengan mengirimkan surat keberatan atas beberapa konten yang ada pada situs tersebut. (AR/CB)

280 total views, 1 views today

Tags: , , , ,

FACEBOOK COMMENT