Rhoma, “Raja Dangdut” Yang Terlupakan, Terlalu?

ChannelBerita.com – Habis manis sepah dibuang, mungkinkah ini pepatah yang pas untuk mewakili tidak jadinya Rhoma Irama diusung PKB menjadi capres. Merapatnya PKB ke PDIP, menganggap ini merupakan sikap realistis, dan meminta Rhoma Irama bersikap realistis juga. Lebih baik Rhoma Irama bersikap realistis dan jangan terbawa arus isu yang aneh-aneh, ujar Marwan, Ketua DPP PKB.

Para pendukung Rhoma Irama pun mengancam akan menarik dukungan dari PKB, karena dianggap tidak konsisten mengusung Rhoma sebagai capres. Mereka menganggap perolehan suara PKB pemilu 2014 melonjak karena kehadiran Rhoma Irama sebagai capres. Para ulama yang merupakan barisan tim sukses Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri) mengultimatum untuk menarik dukungan dari PKB. Partai yang berbasis di Jawa Timur itu dituntut tetap mengusung Rhoma sebagai capres ataupun cawapres. “Apabila PKB meninggalkan Rhoma Irama dan tidak komit, kita bercerai,” tegas salah satu timses Rifori, Habib Shechan Shahab.

PKB pada pileg 2014 ini meraih suara sah 11.298.957 (9,04%) , naik cukup signifikan dari pemilu 2009. Banyak yang mengatakan hal ini karena Rhoma effect, meskipun PKB membantah, bahwa kenaikan suara ini karna mesin PKB yang bekerja dan NU effect.

Kita lihat saja apa PKB bisa mendongkrak suara PDIP pada pilpres nanti  tanpa Sang Ksatrya Bergitar. (DN/CB)

226 total views, 1 views today

Tags: , , , , ,

FACEBOOK COMMENT