MITI bersama Masyarakat Kampanyekan Pangan Lokal Indonesia

ChannelBerita.com – Pada awal tahun 2013 Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia membuat sebuah riset survey mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli pada konsumen waralaba restoran lokal dan asing. Riset ini dilakukan di empat kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta dengan melibatkan total 500 responden.

Riset ini bermula dari sebuah kajian dan diskusi mengenai fenomena impor khusunya pangan yang terjadi di Indonesia yang dilihat dari jumlah net impor pangan pertahun. Hasil riset preferensi konsumen menunjukkan konsumen waralaba asing memliki pelanggan lebih banyak dari restoran waralaba lokal. Hasil analisis data tim Kajian MITI memperlihatkan frekuensi kunjungan responden restoran waralaba lokal yang lebih dari lima kali dalam sebulan hanya 38,4%, sedangkan responden restoran waralaba asing berkunjung lebih dari lima kali sebulan (72,4%). Hal ini berarti restoran waralaba asing mempunyai konsumen yang setia lebih banyak dibanding waralaba lokal. Temuan ini sejalan dengan realita yang ada sekarang, yakni bisnis franchise restoran asing yang memang lebih bergeliat dibanding waralaba lokal. Hal ini dipengaruhi restoran waralaba asing memiliki konsumen yang lebih loyal dilihat dari frekuensi kunjungannya.

Temuan riset ini secara tidak langsung menggambarkan kecenderungan masyarakat yang memilih pangan asing dari pada pangan lokal. Padahal, sistem pangan lokal memberikan beberapa keunggulan dibandingkan pasar konvensional dan global termasuk manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan. Pembelian produk lokal dapat memperkuat perekonomian regional, mendukung ketahanan keluarga, dan menyediakan makanan yang sehat.
Berangkat dari hasil riset tersebut, Masyarakat Imuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) menggalakkan Kampanye Go Pangan Lokal yang mengajak masyarakat kembali mencintai pangan lokal khas Indonesia dari hasil bumi Indonesia.

Gerakan kampanye yang dilakukan melalui media sosial dan kampanye di jalan untuk mengajak masyarakat setempat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengkonsumsi dan membeli produk dari produsen yang dapat berupa pengusaha dan UKM yang memiliki basis pangan lokal untuk menuju Indonesia mandiri.

Kampanye Go Pangan Lokal MITI juga ditujukan memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kampanye Go Pangan Lokal tahun 2014 akan dilaksanakan pada Minggu, 18 Mei 2014 serentak di 9 kota besar di Indonesia yaitu, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Jambi, Makassar, dan Samarinda. Kampanye Go Pangan Lokal 2014 didukung oleh banyak pihak yakni Kementerian Pertanian RI, Dompet Dhuafa, Indonesia Bangun Desa, Edukasi Gizi, Persatuan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia, Indonesian Future Leader, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia, Asosiasi Pengusaha Singkong Indonesia, Rumah Tempe Indonesia,  Ikatan mahasiswa Bidik Misi, Gerakan Cinta Anak Tani, Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia, Ikatan Mahasiswa Teknologi Pangan Indonesia, Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia, Earth Hour Makassar, Makassar Berkebun, Badan Ketahanan Pangan Daerah, Pemprov Jabar, Pemkot Depok, Pemkot Samarinda, Dinas pertanian kota Samarinda, Dinas pertanian provinsi Kaltim, Balai POM Samarinda, UNYQUA, RM Cibiuk, TRAS UNTIRTA, Permai UNTIRTA, UI-AC, Komunitas Pangan Lokal UI, FReS UIN, KPM UNJ, HIMITEPA IPB, BEM UNPAD, TwitGreen (SobatBumi), BEM-KM UGM, GC UGM, Labma UII, Kreta AMIKOM, KPM UMY, CES UNY, EXACT UIN, HIMAGRIN UPI, SGC USU, GEMAIL UMN, UKMI AR-RAHMAN, PERS USU, CERITA MEDAN, SUARA USU, R & P EXIST Univ Jambi, BEM Univ Jambi, UNBARI, IAIN STS Jambi, BEM UNNES, BEM IKIP PGRI, BEM UNIKA, UKMP UNNES, UKM RIPTEK UNNES, RnB UNDIP, KPIM IKIP PGRI, PPIM Polines, Adzkia UNISULLA, GS2 FIP UNNES, FIFA Sport FIK UNNES, SSC FMIPA UNNES, Lex Scientia FH UNNES, SKI FIB UNAIR, BEM FIB UNAIR, BEM UNAIR, Kampus Peduli, LUNAIR, UNESA, ABI FMIPA UNMUL, HIMAGRIKOM UNMUL, HMPK UNMUL, FMIPA UNMUL RC, Lesehan Cendekia Mulawarman, HIMASTER UNMUL, HIMALOGISTA UNMUL, HIMAGROTEK UNMUL, BEM FAPERTA UNMUL, Sahabat RAMSIS, LP2KI UNHAS, Bidik Misi UNHAS, KPI UNHAS, dan KAMMI UNHAS.

Selain itu, Kampanye Go Pangan Lokal juga didukung oleh berbagai media di berbagai daerah yaitu SuaraJakarta.co, TVRI Samarinda, RBTV, SUN TV Makassar, RRI, MQFM, Boss FM, Radio EBS UNHAS, Infojambi.com, gemamem.com, Berita3Jambi, Pipet Magazine, Suara Muslim, Penerbit Identitas UNHAS, Radio Delima Samarinda, Radio Suara Samarinda FM, Samarinda Pos, Click Photographer Community, Anak USU, Cerita Medan, Suara USU, dan USUKOM Radio.

Kampanye Go Pangan Lokal juga bekerjasama secara masif dengan Unit Kegiatan Mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Jendral Ahmad Yani, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogya, STIMIK AMIKOM Yogyakarta, Universitas Arilangga, Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sultan Agung, Universitas Diponegoro, IKIP PGRI Semarang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Muslim Nusantara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mulawarman.

Kampanye Go Pangan Lokal diharapkan dapat menjadi sarana penyadaran kepada masyarakat untuk kembali mencintai pangan lokal khas Indonesia yang dihasilkan dari hasil bumi Indonesia. Dengan bergerak bersama merangkul berbagai lapisan masyarakat, MITI berharap dapat berkontribusi dalam usaha perwujudan kedaulatan pangan Indonesia. Peduli pangan lokal untuk membangun daya saing dan kedaulatan pangan Indonesia. Go Pangan Lokal!

1,536 total views, 2 views today

Tags:

FACEBOOK COMMENT