Ternyata Ini Dia Penyebab Kemacetan di Jakarta

ChannelBerita.com – Macet dan macet lagi, begitu kiranya penampakan dari ibu kota negara kita ini setiap hari. Kini bukan hanya pagi, bahkan siang hingga malam haripun suasana macet di Jakarta masih saja enggan beranjak dari kota yang katanya metropolitan ini.

Berbagai cara dan upaya diakui telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurai satu dari sekian banyak problematika Jakarta. Dari mulai pemanfaatan lajur yang berlawanan arah (contra flow) yang telah di berlakukan di beberapa ruas jalan ibu kota serta di jalan tol dalam kota, lalu pemberlakuan kenaikan tarif parkir di banyak tempat, operasi parkir liar, pemberlakuan jalur 3 in 1, hingga pengoptimalan sarana transportasi umum seperti bus Transjakarta serta Commuterline.

Namun hasilnya, masih tetap sama. Bahkan mungkin kemacetan di Jakarta malah semakin bertambah parah.

Mengukur Seberapa Serius Pemerintah Berniat Mengatasi Kemacetan di Jakarta

Sebenarnya banyak kalangan yang telah mengungkap apa yang sebenarnya menjadi penyebab terjadinya kemacetan ini. Bukan hanya para pengamat dan ahli lalu lintas saja, bahkan masyarakat awam sekalipun seharusnya telah mengetahui penyebab kemacetan di Jakarta ini. Penyebab kemacetan di Jakarta diakibatkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang masuk dan melintas di kawasan ibu kota setiap harinya. Bukan hanya yang berasal dari dalam kota Jakarta, bahkan dari daerah sekitarnya pun ikut turut andil dalam menambah kemacetan ibu kota ini.

Namun yang semakin disayangkan adalah ketika ternyata dari jumlah tersebut diketahui bahwa jumlah orang yang menggunakan kendaraan pribadi jauh lebih besar dibanding dengan jumlah kendaraan umum yang ada. Padahal optimalisasi kendaraan pribadi dengan ruang yang sebenarnya cukup menampung 5-7 orang hanya digunakan oleh satu orang saja. Tentu ini sangat berbanding terbalik dengan jumlah transportasi umum yang harus mengangkut penumpang dalam kondisi sangat tidak layak karena mengangkut penumpang berjejalan seperti yang sering kita lihat di bis umum, transjakarta serta commuterline.

Menurut Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, angka pertumbuhan pertambahan kendaraan pribadi sudah diatas ambang normal. Tercatat kini sekitar 75 mobil pribadi bertambah di Jakarta rata-rata setiap harinya. Jumlah itu belum termasuk jumlah sepeda motor.

Lalu bagaimana dengan jumlah angkutan dan transportasi umum? Akankah pemerintah berani membatasi jumlah kendaraan pribadi serta memperbanyak angkutan umum? (AR/CB)

199 total views, 1 views today

Tags: , , , ,

FACEBOOK COMMENT